Senin, 29 Agustus 2011

Makna Manusia Diciptakan Menurut Al-Quran

MAKNA MANUSIA DALAM AL-QURAN

Al-Quran menyebutkan manusia dengan tiga kata atau istilah, yaitu: Bani Adam dan Zuriyat Adam : Aspek historis penciptaan (Q.S. Al-A’raf/: 31). Basyar: menunjukkan manusia dari sudut lahiriahnya serta persamaannya dengan manusia seluruhnya, juga dikaitkan dengan kedewasaan dan kemampuan memikul tanggung jawab (Al-Mukminun/: 33; Al-Kahfi/18: 110; Al-Hijr/15:28). Menggunakan kata yang terdiri dari huruf alif (ا), nun (ن), dan sin (س), seperti insan, ins, nas, atau unas: menunjukkan totalitas manusia yang terdiri dari jiwa dan raga.


Kata Insan disebut al-Quran sebanyak 56 x. Konsep Insan selalu dihubungkan pd sifat psikologis atau spiritualitas manusia sbg makhluk yg berfikir, diberi ilmu, dan memikul amanah (Al-Ahzab/33: 72). Insan adalah makhluk yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.

MAKNA KHUSUS AL-NAS
Kata al-Nas disebut al-Quran sebanyak 240 x (sep.Al-Zumar/39:27). Konsep al-nas menunjuk pada semua manusia sebagai makhluk sosial atau secara kolektif. Dengan demikian al-Quran memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis dan sosial. Manusia sebagai basyar tunduk pd takdir Allah, sama dg makhluk lain. Manusia sebagai al-nas bertalian dg hembusan roh Allah yg memiliki kebebasan dlm memilih untuk tunduk atau menentang takdir Allah.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT di alam azali melalui dua zat dasar, yaitu ruh (immaterial) dan tanah (material) (Q.S. 32:7-9; Al-Hijr/15:28-29; Shad/38: 71-72).
Manusia diciptakan dengan sebaik-baik penciptaan, tetapi ia berpotensi untuk turun derajatnya ke posisi yang paling hina (At-Tin/95: 4-5).

Manusia tdk berbeda dg binatang dlm kaitan dg fungsi tubuh dan fisiologisnya, memiliki hasrat dan tujuan. Perbedaan manusia dg makhluk hidup lainnya terletak pada dimensi pengetahuan (akal), kesadaran dan tingkat tujuan. Karena manusia memiliki akal, maka ia dapat melahirkan kebudayaan. Manusia juga diberi hati.

KARAKTER DAN POTENSI MANUSIA


Amat aniaya dan mengingkari nikmat (Q.S. Ibrahim/14: 34), sangat banyak membantah (Q.S. Al-Kahfi/18: 54), keluh kesah lagi kikir (Q.S. Al-Ma’arij/70: 19), dll. Potensi: Fisik dan ruhaniah. Potensi ruhaniah berupa akal, qalb, dan nafsu. Manusia karena memiliki potensi ruhaniah mampu mengetahui nama dan fungsi benda-benda alam, pengalaman hidup di syurga, menerima petunjuk keagamaan (Q.S. Al-Baqarah/2: 30-39). Karena manusia adalah makhluk bidimensional (jasad dan roh), maka manusia berpotensi untuk menjadi makhluk yang paling hina atau sebaliknya menjadi makhluk yang paling mulia (Q.S. At-Tin/95: 4-8).

BACA Q.S. AL-BAQARAH/2: 30-39; THAHA/20: 122; AL-AN’AM/6: 165; AL-AHZAB/: 72. (LIHAT JUGA: 7: 11-12, 24-25; 17:61);

PERTANYAAN BERIKUT:
  1. MENGAPA MALAIKAT PROTES KEPADA ALLAH? 
  2. APA MAKNA KHALIFAH?
  3. MENGAPA MANUSIA (ADAM) YANG DITUNJUK SEBAGAI KHALIFAH DAN BUKAN MAKHLUK LAIN?
  4. (SEPERTI MALAIKAT YANG SELALU TAAT) MENGAPA IBLIS TIDAK MAU TUNDUK KEPADA MANUSIA?
  5. MENGAPA ADAM “TRANSIT” DI SYURGA?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar